Sabtu, 16 April 2016

Inovasi Teknologi Pembelajaran//Husnul Mawaddah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berbagai macam pendekatan pembelajaran dapat dikemas dalam program pembelajaran berbantuan komputer atau CAI (Computer Assisted Instruction), seperti: drill and practice, si-mulasi, problem solving, tutoial dan permainan. Pembelajaran berbantuan komputer dinilai tepat karena mempunyai beberapa kelebihan, yaitu: (l) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) memberikan infomasi tentang kesalahan dan jumlah waktu belajar serta waktu untuk menger-jakan soal-soal kepada siswa, (3) mengatasi kelemahan pada pembelajaran kelompok, (4) melatih siswa untuk terampil memilih bagian-bagian isi pelajaran yang dikehen-daki, (5) bermanfaat bagi siswa yang biasanya kurang dapat mengikuti metode pembelajaran konvensional, (6) mengurangi rasa malu dalam proses pembelajaran, (7) mendukung pembelajaran individual, (8) memungkinkan siswa untuk lebih mengenal dan terbiasa dengan kom-puter, (9) menciptakan pembelajaran yang enjoy, dan (10) komputer merupakan media penyampaian pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan kelebihan pembelajaran berbantuan komputer di atas maka sudah saatnya pembelajaran PAI di madrasah memanfaatkan media ini dan mulai mengubah model pembelajaran yang konvensional. Oleh karena itu guru PAI di madrasah dituntut mampu menerapkan model dengan pendekatan saintifik (scien-tific approach) dan pendekatan pembel-ajaran yang berpusat kepada siswa (student center) serta menekankan pada penilaian autentik (autentical evaluation), menerapkan model pembelajaran penemuan (discovery learning), pembelajaran berbasis proyek (project based learning) serta pembelajaran berbasis pemecahan masalah(problem based learning).
Hasil pengembangan produk e-learning berupa manajemen pembelajaran online dengan software aplikasi moodle versi 2.4 dengan alamat http://etkj.web.id. Kelayakan produk e-learning pada aspek media mendapatkan nilai 3.88 (kategori baik), pada aspek materi mendapatkan nilai 3.88 (kategori baik), dan aspek respon siswa mendapatkan nilai 3.64 (kategori baik). E-learning dengan pendekatan teori kognitif multimedia pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan inovasi pendidikan, teknologi dan teknologi pendidikan?
2. Bagaimana perkembangan teknologi pembelajaran?
3. Bagaimana pembelajaran berbasis web (e-learning)?
4. Bagaimana internet sebagai sumber belajar?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan inovasi pendidikan, teknologi dan teknologi pendidikan
2. Untuk mengetahui perkembangan teknologi pembelajaran
3. Untuk mengetahui pembelajaran berbasis web (e-learning)
4. Untuk mengetahui internet sebagai sumber belajar



BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN, TEKNOLOGI DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
a. Pengertian Inovasi Pendidikan
Inovasi pendidikan adalah inovasi (pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, inovasi pendidikan merupakan suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil intervensi (yang baru) atau discovery (mengubah yang lama) yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan.
b. Pengertian Teknologi
Secara umum, teknologi dirumuskan sebagai,” technology is, simply, the application of knowledge to solve problems or invent useful tools”. Selain itu, teknologi juga diartikan sebagai,”…is the usage and knowledge of tools, techniques, craft, system or methods of organization. “Dari kedua definisi ini, ternyata teknologi dipersepsikan sebagai pengetahuan untuk memecahkan masalah dalam bentuk peralatan, teknik, kerajinan. Selain itu, teknologi juga berarti sistem atau metode dari suatu organisasi. Teknologi juga merupakan suatu pengetahuan yang diterapkan oleh manusia untuk mengatasi masalah dan melaksanakan tugas dengan cara sistematis dan ilmiah.
Konsep teknologi, yaitu:
- Teknologi terkait dengan sifat rasional dan ilmiah.
- Teknologi menunjuk pada suatu ilmu, keahlian, baik itu seni, atau kerajinan tangan.
- Teknologi dapat diterjemahkan sebagai teknik atau cara pelaksanaan.
- Suatu kegiatan, atau sebagai suatu proses .
- Teknologi mengacu pada penggunaan mesin-mesin dan perangkat keras.
c. Pengertian Teknologi Pembelajaran
Teknologi pembelajaran merupakan seni sekaligus ilmu (pengetahuan) mengenai kegiatan merancang, memproduksi dan melaksanakannya dengan cara ekonomis namun canggih, pemecahan masalah pembelajaran-dalam bentuk media cetak atau media pandang-dengar, kuliah, atau keseluruhan sistem pembelajaran-yang mengatur dan mempersiapkan proses belajar dengan efesien dan efektif.
Teknologi pembelajaran menyangkut teknik praktis dari penyampaian pembelajaran yang melibatkan penggunaan media. Tujuan utama bidang teknologi pembelajaran adalah meningkatkan dan memperkenalkan penerapan pengetahuan dan memvalidasikan prosedur dalam rancangan dan penyampaian pembelajaran.
Teknologi pembelajaran didefinisikan sebagai bagian (subset) dari teknologi pendidikan dengan alasan bahwa instruksi (atau pembelajaran) merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat terarah (purposive) dan terkendali (controlled) saja.
2. SEPUTAR TENTANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
a. Proses Teknologi Dan Sumber (Technological Processes And Resources)
Kemajuan teknologi digital yang pesat tidak hanya berdampak atas industri dan gaya hidup seseorang di perkotaan. Pendidikan dan pembelajaran terkena pengaruh perubahan yang cepat karena kemunculan teknologi digital dan jaringan global. Untuk itu, teknologi pembelajaran mengadopsi dan mengadaptasikan temuan mutakhir ini dalam proses belajar.
Jaringan global memungkinkan seseorang menempuh pendidikan dan pelatihan tidak di suatu lokasi yang ditentukan. Ia dapat mengikuti program pembelajaran di warung internet, atau dimana saja melalui portable modem. Ia mengakses program hanya dengan duduk di depan laptop, netbook atau tablet. Tetapi tentu saja masih banyak yang perlu dikembangkan seperti bagaimanakah “memindahkan” atau “membentuk” ruang kelas dalam dunia maya. Bagaimanakah sikap guru, serta penyajian materinya untuk kelas maya tersebut. Tentunya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi dan pertanyaan lain yang diprediksikan muncul yang harus dirumuskan dan diantisipasi oleh para teknolog pembelajaran.
Proses belajar dapat dilakukan tidak hanya bertatap muka saja di kelas konvensional. Proses belajar terjadi karena seseorang ingin belajar dan difasilitasi dengan baik, diantaranya melalui model belajar telelearning atau online learning.
b. Kawasan Pengembangan Teknologi
Kawasan pengembangan teknologi meliputi:
1. Teknologi Cetak
Teknologi cetak menjadi awal dari kemunculan teknologi lain (AV, berbasis komputer atau terpadu). Pengertian umum teknologi cetak ini adalah,”cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku-buku dan bahan visual yang statistik, melalui proses percetakan mekanis atau fotografi.
2. Teknologi Audiovisual
Teknologi audiovisual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan audiovisual. Teknologi AV dinilai lebih aktif karena sifatnya memerlukan indera pendengaran dan penglihatan peserta didik. Kedua indera ini diasumsi dapat membuka kesempatan bagi peserta didik untuk menyerap pesan lebih banyak disbanding dengan media cetak.
3. Teknologi Berbasis Komputer
Teknologi ini merupakan teknologi digital, dengan monitor sebagai tumpuan penyajian pesan kepada peserta didik. pada masa kini, teknologi digital yang diterapkan banyak mengadopsi teori belajar kognitif. Kekhususan teknologi ini di antaranya adalah penyajian materi yang linear, dapat menyajikan pesan abstrak menjadi sesuatu yang terlihat/fisik, menerapkan teori belajar kognitif serta menimbulkan interaktivitas tinggi bagi peserta didik.
4. Teknologi Terpadu
Teknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan oleh komputer. Komputer dengan memori besar, menyediakan pemutar video, monitor dengan resolusi tinggi, jaringan yang lancer, sangat membantu terlaksananya pemanfaatan teknologi terpadu. Kekhususan teknologi terpadu di antaranya terkait dengan penyajian secara acak, digunakan sesuai dengan keinginan peserta didik, adanya adopsi teori kognitivistik dan konstruktivistik serta tuntutan interaktivitas yang tinggi dari peserta didik.
c. Teknologi Pembelajaran (Instructional Technology)
Teknologi pembelajaran sering kali ditukar atau digunakan untuk menyebut teknologi pendidikan. Teknologi pembelajaran berada dalam lingkup yang lebih khusus dan terbatas jika dibandingkan dengan teknologi pendidikan yang mencakup konteks luas. Teknologi pembelajaran dianggap lebih tepat dalam menjabarkan peran teknologi, dan teknologi pembelajaran dianggap mencakup jenjang pendidikan dari TK hingga SMU, bahkan perguruan tinggi dan termasuk di dalamnya situasi belajar pada program pelatihan. Arti umum teknologi pembelajaran telah dikenal selam bertahun-tahun sebagai pemanfaatan media berkomunikasi seperti TV, radio, film, dan sebagainya untuk belajar dan pembelajaran.
Perubahan yang diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran erat sekali kaitannya dengan teknologi perubahan, yaitu teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran membawa masyarakat ke perubahan yang cukup berarti. Perubahan terkait dengan:
- Teknik ilmiah untuk melakukan perbaikan dan perubahan pola belajar dan penyajian materi ajar.
- Proses ilmiah yang diterapkan untuk mengembangkan produk dan program pembelajaran melalui serangkain uji coba dan perbaikan terhadap kedua aspek tadi.
- Proses memodifikasi kemempuan manusia dengan cara menawarkan proses belajar dengan pola yang berbeda, seperti model home schooling dengan pengiriman bahan ajar melalui jaringan sistem telekomunikasi canggih seperti internet. Peserta didik dalam hal ini harus men-download materi ajar.
3. PEMBELAJARAN BERBASIS WEB (E-LEARNING)
a. Konsep Pembelajaran Berbasis Web (E-Learning)
E-learning terdiri dari dua bagian, yaitu ‘e’ yang merupakan singkatan dari ‘elecronic’ dan learning yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. E-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan “web based learning” merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning). E-learning merupakan proses dan kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning) , pembelajaran berbasis komputer (computer based learning) , kelas virtual (virtual classroom) dan/atau kelas digital (digital classroom). Materi-materi dalam kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan dihantarkan melalui media internet, internet, tape video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif serta CD-ROM. E-learning pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi, pendidikan dan pelatihan serta elektronik.
Karakteristik e-learning sebagai berikut.
- Interactivity (interaktivitas); tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung (synchrounus), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung (asynchrounus), seperti forum, mailinglist atau buku tamu.
- Independency (kemandirian); fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa (student-centered learning).
- Accessibility (aksesibilitas); sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar pada pembelajaran konvensional.
- Enrichment (pengayaan); kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti video streaming, simulasi dan animasi.
E-Learning adalah segala aktivitas belajar yang menggunakan bantuan teknologi elektronik. E-learning juga dapat diaplikasikan dalam pendidikan konvensional dan pendidikan jarak jauh. Web-based learning merupakan salah satu bentuk e-learning yang materi (content) maupun cara penyampaiannya (delivery method) melalui internet (web) . berikut adalah beberapa definisi pembelajaran berbasis web:
1. Any learning experience or environment that relies upon the internet/word wide xweb as the primary delivery mode of communication and presentation. Menyatakan bahwa “setiap pengalaman atau lingkungan belajar yang bertumpu kepada internet/ word wide web sebagai sarana penyampaian komunikasi dan presentasi.
2. E-learning specificially over the internet as opposed to other networks. Bahwa e-learning melalui internet dibandingkan jaringan lainnya.
b. Fungsi Dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis web bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang jajan/biaya transportasi sekolah).
Dikarenakan sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan fleksibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran materi pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data digital yang bisa di decode (diuraikan) melalui perangkat elektronik seperti computer, smartphone, telepon selular atau piranti elektronik lainnya.
c. Memilih Metode Pembelajaran Berbasis Web Yang Sesuai
Ada dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis web jenis apa yang cocok untuk ditetapkan dalam suatu pembelajaran, yaitu:
Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menetukan ranah mana yang akan disentuh dalam proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotorik atau afektif. Pengelompokan tujuan pembelajaran dalam pembelajaran berbasis web adalah penting. Cara untuk menganalisis tujuan tersebut berada pada kelompok highly structured atau ill-structured. Kemampuan yang berhubungan dengan pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi digolongkan dalam highly structured. Evaluasi dapat dilakukan dengan jawaban benar-salah, kinerja mudah terlihat dan terukur, dan aplikasi variasi pengetahuan antarsituasi sangat sedikit. Analisis, sintesis dan evaluasi dikelompokkan sebagai pembelajaran ill-structured karena melibatkan kemempuan terapan dan pengetahuan terhadap permasalahan yang kompleks dan membutuhkan kombinasi pemecahan yang kompleks antara konsep, prinsip, dan teori.
Langkah kedua dari pemilihan proses pembelajaran, adalah memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untuk mulai memilih tipe pembelajaran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah pembelajaran yang paling mempresentasikan tujuan, yaitu kognitif, psikomotorik, atau afektif. Jika ranah tujuan tersebut adalah kognitif, tentukan tingkatan kemampuan kognitif, dan lihat apakah termasuk permasalahan belajar highly structured atau ill-structured.
Table matriks jenis-jenis pembelajaran berbasis web
Karakteristik Web/computer based training Web/electronic performance support system Web/virtual asynchronous classroom Web/virtual synchronous classroom
Tujuan Menyediakan pembelajar suatu pembelajaran dengan tujuan yang terukur dan objektif Menyediakan pengetahuan praktis bagi pembelajar dan kemampuan memecahkan masalah dalam format “just-in time” Menyediakan kelompok belajar dan komunikasi dalam lingkungan asynchronous Menyediakan belajar kolaboratif (bersama-sama) dalam lingkungan “real time”
Tipe belajar Masalah highly structured yang membutuhkan transfer pengetahuan membangun pemahaman, dan mengaplikasikan keahlian praktis Masalah ill structured yang membutuhkan analisis dan sintesis dari elemen, hubungan, dan prinsip organisasional Masalah dengan struktur yang lebih sedikit membutuhkan aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi Masalah ill structured yang membutuhkan sintesis dan evaluasi dari informasi dan pengalaman yang dibandingkan
Peranan fasilitator atau desainer pembelajaran berbasis web Manajer pembelajaran: mengawasi, memprediksi, menentukan, dan menilai hasil belajar: berkomunikasi dengan pembelajar Organizer of content: menempatkan, menganalisis, mengabstraksi, mengindeks dan mengklasifikasikan informasi ke dalam modul pembelajaran Fasilitator kelompok belajar. Membimbing pembelajaran, menyediakan sumber-sumber mengevaluasi hasil, dan mengomunikasikannya dengan pembelajar Coordinator pengalaman belajar. Berpartisipasi sebagai co-learner, merekomendasikan arah pembelajaran, tetapi tidak menentukan arah atau mengevaluasi hasil
Peranan pembelajar Mengambil peran aktif dalam mempraktikkan perilaku baru; menerima umpan balik dan berkomunikasi dengan instruktur Mengambil inisiatif untuk menentukan pembelajaran sendiri; menentukan tingkatan detail dan menilai keberhasilan pembelajaran Dibimbing fasilitator secara individual maupun sebagai anggota kelompok; berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran dan menerima umpan balik Berpartisipasasi aktif dalam proses belajar kolaboratif dan kelompoknya, berpartisipasi dalam dialog dan merefleksikan pengalaman
Metode Drill and practice, simulasi, membaca,dan tanya jawab Pemecahan masalah, metode iliah, metode penelitian, dan metode proyek Tugas percobaan, diskusi kelompok, proyek kelompok, self directed learning, dan metode discovery Dialog dan diskusi, pemecahan masalah, dan interaksi maksimum
Interaksi Multimedia, hypertext, hypermedia, simulasi, aplikasi latihan, e-mail, buletin board, dan berkomunikasi dengan instruktur Multimedia, hypertext, hypermedia, buletin board, catatan konfersi, modul pembelajaran berbasis web/computer, dan akses e-mail baik ke fasilitator maupun ke pembelajar lain Multimedia, hypertext, hypermedia, bulletin board, catatan konferensi, modul pembelajaran berbasis web/computer, dan akses e-mail baik ke fasilitator maupun ke pembelajar lain Konferensi audio dan video synchrounous, shared whiteboard, shared application.



d. Metode Blended Learning Dalam Pembelajaran Berbasis Web
Blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam pembelajar untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan di dalam pembelajaran.

e. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web
Setidaknya prinsip yang harus ada dalam pembelajaran berbasis web adalah:
- Interaksi
Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antarpeserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antarmanusia, tetapi juga menyediakan keterhubungan isi, di mana setiap orang dapat saling membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi.
- Ketergantungan
Ketergantungan yang dimaksud adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua elemen penting dalam prinsip ketergantungan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain).
- Relevansi
relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pembelajar dan menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi).
f. Pemanfaatan E-Learning Untuk Pembelajaran
“E” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pembelajaran lewat teknologi elektronik internet. Internet, intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan pembelajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berdeba). Materi pembelajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio, dan video. Ia juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan professional dalam bidangnya.
Perbedaan pembelajaran tradisional dengan e-learning, yaitu kelas ‘tradisional’, guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedang di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarnya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.
Filosofis e-learning, yang pertama, e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua, e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi, dan cara penyampaian.
Sedangkan karakteristik e-learning antara lain. Pertama, memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Kedua, memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks). Ketiga, menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials). Keempat, memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap komputer.
g. Teknologi Pendukung E-Learning
Dalam praktiknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, mailing list (milis), news group, file transfer protocol (FTC), dan world wide web (WWW)’.
h. Pengembangan Model E-Learning
Ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enched course.
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka.
Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas.
4. INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR
Menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan yang secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilannya dalam belajar. Karena internet merupakan sumber data utama dan pengetahuan. Melalui teknologi ini kita dapat melakukan di antaranya untuk:
- Penelusuran dan pencarian bahan pustaka
- Membangaun program artificial intelligenge (kecerdasan buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran
- Memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual classroom ataupun virtual university
- Pemasaran dan promosi hasil karya penelitian.
a. Internet Untuk Manajemen Pembelajaran
Agar pemanfaatan teknologi informasi dapat memberikan hasil yang maksimal maka juga dibutuhkan kemampuan pengelola teknologi komunikasi dan informasi yang baik yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan baik untuk tingkat pembuat kebijakan pendidikan di daerah maupun pada tingkat sekolah. Keberhasilan seorang manajer dalam membuat keputusan bergantung atas pelaksanaan fungsi manajerial seperti planning, organizing, directing, dan controlling.

b. Jenis-Jenis Pemanfaatan Internet
Diantara jenis-jenis pemanfaatan internet antara lain:
- Pembelajaran berbasis web
Pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan web-based training (WBT) atau kadang disebut web-based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekadar meletakkan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk meyimpan berbagai dokumentasi atau informasi.
- Implementasi pembelajaran berbasis web
Untuk merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web, langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Sebuah program pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan kampus dengan berbasis web. Program ini dilakukan idealnya selama 5-10 bulan dan dibagi menjadi 5 tahap. Yaitu tahap 1,3,5 dilakukan secara jarak jauh dan untuk itu dipilih media web sebagai alat komunikasi. Sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan secara konvensional tatap muka.
2. Menetapkan sebuah mata kuliah pilihan di jurusan. Pembelajaran dengan tatap muka dilakukan secara rutin tiap minggu pada tujuh minggu pertama. Setelah itu tatap muka dilakukan setiap 2 atau 3 minggu sekali.
c. Manfaat Dan Kekurangan Internet Dalam Pembelajaran
Manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh diantaranya:
- Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet kapan saja kegiatan berkomunikasi dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
- Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet,sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
- Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
- Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses internet.
- Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
- Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
- Relatif lebih efisien.
Adapun kekurangan dari internet dalam hal pembelajaran, meliputi:
- Kurangnya interaksi antar guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
- Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
- Proses belajar dan mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
- Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
- Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
- Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
- Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal internet.
- Kurangnya penguasaan bahasa komputer.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada posisi pendidikan teknologi dan kejuruan belum menduduki posisi yang berarti dalam panggung pendidikan kita, dunia terus berubah dengan disertai segala tuntutan barunya. Perubahan tuntutan kecakapan manusia sejalan dengan tumbuhnya berbagai jenis pekerjaan baru. Ada kecenderungan baru dalam evolusi pengetahuan yang makin konvergen sebagai akibat dari berbagai jenis pekerjaan baru yang menuntut kecakapan multidisipliner, dan nyaris tidak ada lagi pekerjaan yang membutuhkan kecakapan spesifik semata-mata. Kecenderungan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang makin konvergen, berbagai cabang dan bidang ilmu berinteraksi dan berintegrasi dan melahirkan konvergensi-konvergensi pengetahuan dan teknologi baru. Ini artinya, lembaga pendidikan dituntut melakukan upaya perubahan secara komprehensif yang tidak cukup mengandalkan paradigm baru pendidikan. Penggunaan paradigm baru yang sebagai kerangka piker inovasi kurikulum dan pembelajaran adalah bagian terpenting dari upaya menuju perubahan secara komprehensif. Perubahan secara komprehensif hanya akan berlangsung, jika inovasi pembelajaran teknologi dan kejuruan dilakukan menggunakan sejumlah indikator belajar berparadigma baru. Indikator-indikator inovasi pembelajaran dengan paradigm baru meliputi berbagai hal substantif mengenai hakikat belajar, yakni (1) perubahan visi belajar menuju, (2) karakteristik tugas belajar, (3) model dan strategi pembelajaran, (4) pengukuran hasil belajar, (5) konteks belajar, (6) pola pengelompokan, (7) peran guru, dan (8) peran siswa.











DAFTAR PUSTAKA
Fuad, Moch dan Anik Ghufron. 2014. Pengembangan Program CAI Dalam Pembelajaran PAI Materi Haji Dan Umrah Untuk Siswa Madrasah Tsanawiyah. dalam Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, vol. I, 2014, h. 85.
Kamdi, Waras. Paradigma Baru Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan: Kerangka Pikir Inovasi Pembelajaran. dalam Teknologi Dan Kejuruan, vol. XXXIV, 2011, h. 89.

Kusumaningrum, Ayu Dyah. dan Eko Marpanaji. 2014. Pengembangan E-Learning Dengan Pendekatan Teori Kognitif Multimedia Pembelajaran Di Jurusan TKJ SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta. dalam Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, vol. I, h. 28.
Prawiradilaga, Salma Dewi. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Prawiradilaga, Salma Dewi. dan Eveline Siregar. 2007. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: kencana.
Rusman, dkk. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Syafaruddin, dkk. 2012. Inovasi Pendidikan. Medan: Perdana Publishing
Uno, B. Hamzah dan Nina Lamatenggo. 2010. Teknologi Komunikasi Dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar